Banda Aceh: 5 Places to Eat [During Pandemic]
- Ajeng Araini-Kusno

- 28 Feb 2022
- 4 menit membaca

Ka lheuh pajôh bu? Sudah makan belum? Konon katanya, itu kalimat sapaan yang paling sering diucapkan oleh orang Aceh.
Ngomong-ngomong soal makanan, banyak sebetulnya tempat makan enak di Banda Aceh. Tapi, di tulisan ini saya akan me-review tempat-tempat makan semi-outdoor yang cocok untuk saya yang parno tapi kepingin makan di cafe di saat pandemi seperti ini. Tentunya yang menunya juga sesuai dengan selera saya. Semoga cocok!
Oh ya, seperti biasa, ini bukan sponsored post. Tidak ada satupun rumah makan atau cafe yang saya bahas disini membayar atau memberi saya diskon untuk me-review mereka. Ada juga saya makan gratis karena ditraktir teman, hehe.. (Thanks anyway guys!)
Taman Sari 36 (T36)

This is my favourite of all! Belum afdol rasanya ke Banda Aceh kalau tidak kesini. T36 adalah cafe yang berada di pusat kota Banda Aceh, tidak jauh dari Museum Tsunami Aceh.
Saya suka sekali cafe ini. Selain karena kopinya enak (cobain deh es Caffe Latte nya) tempatnya juga nyaman sekali. Terutama untuk buka laptop dan kerja.
T36 bertempat di bekas rumah tua zaman Belanda yang kini di modifikasi untuk keperluan cafe. Selera saya banget!
Di T36 banyak tempat semi terbuka dan jendela-jendela besar. Tentunya cocok untuk tempat kerja di masa pandemi.
T36 juga menyediakan camilan dan makanan dengan menu Western. Misalnya spaghetti, fettucine, dan potato wedges. Cocok buat teman ngopi sambil kerja, walaupun bukan makanan Aceh.
Menurut seorang teman saya yang tinggal di Banda Aceh, cafe ini tempatnya para sosialita Banda Aceh nongkrong, hehe...


Taman Sari 36 Coffee (T36)
Jl. Tengku H Abdullah Ujung Rimba No.36, Kp. Baru, Kec. Baiturrahman,
Kota Banda Aceh
Kupi Khop

Buat yang ngaku pencinta kopi, fix harus ke Kupi Khop kalau ke Banda Aceh. Cafe semi terbuka ini menyajikan kopi (atau kopi susu) dalam gelas yang terbalik. Minum kopi dengan gelas terbalik seperti ini katanya khas Meulaboh, Aceh Barat.
Cara meminum kopinya juga unik, kita harus menarik sedotan yang awalnya dijepit di gelas, lalu meniup sedotan tersebut. Dengan ditiup, kopi akan keluar ke tatakan dari gelas yang dibalik dan bisa diseruput.

Selain kopi, cemilan di Kupi Khop juga lezat, walaupun merupakan "musuh" bagi yang lagi diet haha. Yup! Cemilannya berupa gorengan: tempe goreng, lumpia, dll. Cocok untuk ngobrol santai bareng teman sore-sore.
Kupi Khop
Neusu Aceh, Baiturrahman,
Kota Banda Aceh
Gunung Salju
Satu rumah makan di Banda Aceh yang juga favorit saya adalah Gunung Salju. Rumah makan yang berada di daerah Peunayong, pecinan-nya kota Banda Aceh ini, sudah eksis sejak tahun 1970-an lho!
Walaupun rumah makannya sendiri sempit dan indoor, untungnya Gunung Salju juga punya meja-meja di luar (di pinggir jalan). Jadi, tetap oke untuk makan disaat kondisi pandemi seperti sekarang ini.
Cita rasanya tentunya khas peranakan Cina-Aceh. Menu favorit saya (dan tampaknya juga merupakan menu andalan Gunung Salju) adalah mie steak ayam.
Menurut saya rasa mie steak ayam ini seperti percampuran antara mie Aceh dan selat Solo! Mie kuning ala mie Aceh sajikan dalam kuah kental dan potongan steak ayam, lengkap dengan kentang goreng dan selada seperti di selat Solo.

Lucunya, minuman di Gunung Salju biasanya dicampur susu kental manis. Tidak hanya teh susu, tapi ada juga menu Fanta susu, bahkan Coca Cola susu!
Oh ya, Gunung Salju ini juga terkenal dengan menu es krim nya! Menurut teman saya yang tinggal di Banda Aceh, es krim Gunung Salju biasanya dihidangkan di rumah-rumah saat lebaran.
Gunung Salju
Jl. T. Panglima Polem No. 45, Peunayong, Kuta Alam, Kota Banda Aceh
Paopia Garden Cafe & Resto

Paopia Garden yang baru saja diresmikan tahun 2021 lalu mungkin bukan tempat makan mie Aceh paling enak se-antero Banda Aceh. Tapi, saya pribadi suka dengan rasa mie Acehnya. Juga dengan suasana tempatnya.
Menurut saya, kekurangan mie Acehnya hanya satu: udang di mie Aceh disajikan lengkap tanpa dikupas, tentunya makannya jadi sangat merepotkan!

Tapi, tempatnya sendiri luas, enak dan cocok untuk ngobrol-ngobrol santai, apalagi kalau bawa anak-anak. Desainnya yang semi terbuka sengaja dibuat seperti suasana kebun, lengkap dengan mural bergambar tumbuhan dan merak. Cantik!
Konon katanya, di Paopia Garden ada golf mini. Tapi, waktu saya berkunjung kesana (Februari 2022) area golf mini nya sudah tidak ada. Saya kurang tahu pasti, apakah belum selesai dibuat, atau sudah tidak difungsikan lagi karena tinggal tersisa ruang kosongnya saja.
Paopia Garden Cafe & Resto
Gampong Pango Raya, Ulee Kareng,
Kota Banda Aceh
Rumah Makan Aditya Jaya (Ayam Pramugari)

Rumah makan ini sebetulnya bernama Rumah Makan Aditya Jaya, tetapi lebih dikenal dengan nama Ayam Pramugari. Kenapa begitu? Tentunya karena berada dekat dengan Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar.
Menurut teman saya yang mantan pramugari, rumah makan ini sering didatangi oleh pramugari berseragam sebelum mereka ke airport. Terutama untuk membeli Ayam Tangkap Aceh untuk dibawa terbang. Jadilah nama Ayam Pramugari melekat di rumah makan ini.
Ayam Tangkap Aceh sendiri adalah menu ayam goreng khas Aceh. Ayam goreng tersebut disajikan tersembunyi diantara potongan daun kari, daun pandan, dan daun salam koja yang kering dan kriuk-kriuk seperti kerupuk.
Namun, saya pribadi lebih suka dengan menu Sie Reuboh nya. Yakni babat dan daging sapi goreng (seperti empal) yang dilengkapi dengan bumbu (seperti bumbu ayam kremes) dan sambal cabe hijau. Enak!

Makan nasi hangat dengan Ayam Tangkap Aceh dan Sie Reuboh sambil menikmati pemandangan sawah dan pesawat yang lalu lalang memang sensasi tersendiri. Asal jangan sampai ketinggalan pesawat karena keenakan makan!
RM Aditya Jaya (Ayam Pramugari)
Jl. Blangbintang Lama, Bueng Bakjok,
Kec. Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar
Nah itulah 5 tempat makan semi outdoor di Banda Aceh rekomendasi saya di masa pandemi ini. Teurimong geunaséh! Terima kasih sudah membaca tulisan ini...



Komentar