top of page

Maastricht: Merayakan Carnaval!

  • Gambar penulis: Ajeng Araini-Kusno
    Ajeng Araini-Kusno
  • 26 Mar 2017
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 25 Jul 2021

Photo Courtesy of: Ixora Adisti

Carnaval selalu dirayakan setiap akhir bulan Februari atau awal Maret di kota-kota di Belanda bagian selatan yang penduduk mayoritasnya beragama Katolik, misalnya di Maastricht, Den Bosch dan Eindhoven. Dalam sejarahnya, carnaval ini adalah bagian dari tradisi agama Katolik. Biasanya perayaan ini berlangsung selama satu minggu. Dalam satu minggu tersebut kantor dan sekolah diliburkan, toko-toko pun tutup. Puncak perayaan carnaval adalah adanya parade menggunakan kostum di jalan raya. Pada hari itu, rakyat tumpah ruah dan berpesta di jalanan. Akhir Februari kemarin saya dan teman saya, Ixora, tidak mau mensia-siakan kesempatan emas untuk ikutan pesta carnaval ini! Saya pun menggunakan Italian mask dan ikut berbaur bersama penduduk Maastricht.


Dari tempat saya tinggal, Maastricht dapat ditempuh dalam 3 jam perjalanan menggunakan kereta. Di kereta, penumpang yang berasal dari berbagai tempat di Belanda sudah menggunakan berbagai kostum (termasuk face painting) yang menurut saya 'niat abis'. Pemandangan di stasiun Maastricht pun tidak jauh berbeda, dipenuhi dengan manusia berkostum aneh nan keren!


'Pemandangan' di Stasiun Maastricht Centraal


Parade dimulai pukul 1.33 pm dari Maastricht Centraal Station menuju ke pusat kota. Kami tiba di Maastricht sekitar pukul 2 siang dan parade sudah dimulai. Kami pun langsung menuju ke pusat kota yang terletak tidak jauh dari stasiun. Pada hari carnaval ini jalan-jalan di Kota Maastricht banyak yang ditutup untuk kendaraan pribadi maupun bis. Jadi, datang ke Maastricht dengan menggunakan kereta lalu berjalan kaki adalah cara yang paling tepat.


Suasana festive langsung terasa begitu kami menginjakkan kaki di jalanan Maastricht. Tidak hanya peserta paradenya yang menggunakan kostum, tetapi semua orang (termasuk yang menonton di pinggir jalan) menggunakan kostum! Rasanya seperti masuk ke pesta jalanan yang sangat meriah yang dihadiri oleh anak semua bangsa dari segala usia!


Suasana di jalanan Kota Maastricht


Peserta parade pun bermacam-macam. Ada perusahaan yang sekaligus promosi produk dan membagi-bagikan produknya secara gratis, ada yang terdiri dari anggota asosiasi pelajar atau asosiasi religi dan sosial, bahkan ada pula pasangan atau keluarga. Ada yang menggunakan kendaraan pawai yang dihias, naik sepeda, berjalan kaki, bahkan ada yang naik kuda Troya! Ada yang berkostum ala manusia prasejarah, badut, monster, hingga pharaoh Mesir. Keren pokoknya!


Peserta parade bagi-bagi cokelat gratis!


Peserta Keluarga dengan anak-anak kecil!

Kuda Troya sebagai kendaraan pawai

Underworld Band? Angel of death troops?


Di pusat kota pawai berakhir di daerah Vrijthof. Disana alunan musik terdengar dari berbagai tempat lewat pengeras suara. Orang-orang pun bernyanyi dan berdansa. Seru! Oh ya, di Maastricht sebenarnya ada gereja tua yang telah diubah menjadi toko buku, namun karena sedang ada carnaval toko-toko pun tutup. Jadi kami tidak bisa masuk ke dalam toko buku-gereja terkenal tersebut. Yang buka hanya cafe, bar dan restaurant, atau kios-kios penjaja makanan di pinggir jalan.


Vrijthof, daerah pusat kota Maastricht

Para Firaun Mesir, peserta parade yang sudah tiba di Vrijthof

Sebenarnya acara carnaval dan pesta jalanannya berlangsung hingga malam hari. Namun karena kami membutuhkan waktu 3 jam untuk pulang maka kami memutuskan untuk berjalan kembali ke arah stasiun sekitar pukul 5 sore. Saking banyaknya peserta pawai, 3-4 jam setelah pawai dimulai, peserta pawai masih saja belum habis! Peserta pawai masih terus berjalan dari stasiun menyebrangi Sungai Maas lewat jembatan tua menuju pusat kota.


Maastricht, Sungai Maas dan jembatan tua-nya yang dipadati peserta Carnaval

Satu hal yang kami sadari, semakin sore semakin banyak warga kota yang mulai mabuk. Bau alkohol dan bau ganja (yang legal di Belanda) tercium dimana-mana. Namun, satu hal yang kami salut, toilet umum juga dijumpai dimana-mana. Bahkan ada toilet tanpa bilik khusus pria! Hahaha...


Toilet berdiri khusus pria!

Akhir kata, ikut perayaan carnaval di Maastricht ini menyenangkan sekali. Perayaan parade paling meriah yang pernah saya ikuti. Adelaide Christmas Pageant di Australia dan pawai di Disneyland walaupun juga keren tetapi 'rasa meriah' nya berbeda. I definitely will come back next year with more decent costume! Wear something orange perhaps? Biar Belanda bangeet!


Warna kostumnya Belanda banget, Negeri van Oranye!


Komentar


bottom of page