top of page

Bratislava: Free [Communist] Walking Tour

  • Gambar penulis: Ajeng Araini-Kusno
    Ajeng Araini-Kusno
  • 5 Feb 2017
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 25 Jul 2021


All photo courtesy of: Alqiz Lukman

"Hi, welcome to the Hostel Blues Bratislava. Do you have the city map already? Here we have a free one for you. I can show you some nice places in Bratislava. Do you have any idea of what to do here? Tonight we have a pub crawl event and tomorrow there will be a free communist walking tour as well as the regular free walking tour"


FREE COMMUNIST WALKING TOUR. Rekomendasi dari resepsionis hostel saya di Bratislava, ibukota Slovakia, terdengar begitu menarik. Jujurnya walaupun saya sering travelling tapi saya belum pernah ikut free walking tour, apalagi yang temanya komunis! Jadilah keesokan harinya saya dan travelmate saya memutuskan untuk ikut tur komunis ini.



Kami harus berkumpul di depan patung Hviezdoslav di pusat kota tua Bratislava pada pukul 10.30 pagi dan mencari pemandu yang membawa papan oranye bertuliskan "free tour". Pemandu kami bernama Sona dan dia menjelaskan bahwa komunis tur ini akan berlangsung sekitar 3 jam dan gratis. Kami boleh pergi ditengah-tengah tur kalau kami bosan. Tetapi kalau kami ikut tur sampai akhir dan tur nya menarik maka dia akan senang apabila kami memberikan tip untuknya. Jumlahnya? Ya seikhlasnya kami. Cukup banyak juga ternyata turis yang berkumpul untuk ikut tur, mungkin sekitar 20 orang. Setelah kami menuliskan alamat e-mail kami (katanya foto-foto kami selama tur akan dikirim lewat e-mail, tapi sampai sebulan berlalu saya belum terima e-mail juga sih hehe) we then start the tour.


Tipikal gaya bangunan tempat tinggal di era komunis


Di pemberhentian pertama Sona menjelaskan bahwa Partai Komunis di Slovakia (dahulu Cekoslovakia) berkuasa di tahun 1946 - 1989. Bangunan (rumah/kantor) yang dibangun pada masa itu biasanya lebih mementingkan fungsi daripada estetika. Ciri-ciri bangunannya antara lain memiliki desain yang simpel dan warna yang cenderung gelap seperti abu-abu atau cokelat. Setelah rezim komunis runtuh, banyak bangunan-bangunan yang sengaja dicat warna-warni agar kota Bratislava terlihat lebih "ceria". Pantasan aja ketika kemarin malamnya saya dan travelmate saya keliling kota tua Bratislava sekaligus cari makan, kami cukup heran melihat banyak bangunan tua berwarna pink, biru, oranye muda, bahkan ada yang dicat dengan motif kotak-kotak berwarna-warni!


Area bekas sinagog


Pemberhentian kedua adalah area bekas sinagog Yahudi. Di era komunis, ada sinagog tua di wilayah kota tua Bratislava yang dihancurkan karena di tempat tersebut akan dibangun jembatan yang melintasi Sungai Danube. Area di bekas sinagog tersebut berada ditandai dengan pembatas dan warna lantai yang berbeda, serta di dinding jembatan dilukiskan juga seperti apa bentuk sinagognya saat masih eksis dulu. Kami lalu dibawa naik ke tempat yang lebih tinggi dimana kami dapat melihat Sungai Danube dan jembatan UFO Bridge yang dibangun di era komunis tersebut.


UFO Bridge, Bratislava



Kenapa disebut UFO Bridge? Karena ditengah-tengah jembatan ada bangunan yang berbentuk seperti UFO, dan di dalamnya ada restaurant lho! Namun di zaman rezim komunis berkuasa, jendela di restaurant tersebut ditutup! Jadi orang-orang yang makan disana tidak bisa memandang ke negara tetangga Austria dan jadi tiba-tiba terinspirasi untuk pergi ke Austria ditengah-tengah acara makan! Dahulu, orang Cekoslovakia dilarang pergi ke Austria (Eropa Barat) dan perbatasan antara Eropa Barat dan Eropa Timur dipisahkan oleh "tirai besi". UFO Bridge juga kontroversial. Banyak orang yang tidak suka keberadaannya karena pembangunannya menghancurkan sebagian kota tua Bratislava. Selain itu desainnya yang modern dianggap "merusak" pemandangan kota tua. Memang sih diantara bangunan-bangunan tua di Bratislava UFO Bridge jadi terlihat berbeda sendiri. But I personally don't mind. Saya sebenarnya malah kepingin makan di restaurant nya kalau saja saat itu saya punya cukup banyak uang hehe... Maklum saat itu lagi ngirit jadi turis backpacker ala mahasiswa dulu.


Bratislava Castle


Pemberentian berikutnya adalah (bagian depan) Bratislava Castle. Istana ini (yang sudah eksis dari sebelum tahun 1200) sudah pernah mengalami serangan dari bangsa Mongol dan Ottoman, bahkan menjadi tempat tinggal Ratu Maria Theresa (ratu Kerajaan Austrian-Hungarian Empire di abad 18) kalau beliau sedang berkunjung ke Bratislava. Namun di awal abad 19 istana ini rusak. Sempat ada usaha untuk memperbaiki Bratislava Castle di era rezim komunis berkuasa, namun tidak pernah benar-benar selesai dilakukan karena rekonstruksi, konservasi dan preservasi istana tua bukanlah fokus utama rezim komunis.


Walaupun demikian, patung di depan Bratislava Castle ini dibuat pada masa komunis oleh salah seorang seniman dari era tersebut bernama Jan Kulich. Tahun 1993 Bratislava Castle juga menjadi "saksi" berpisahnya [Republik] Ceko dengan Slovakia.


Patung karya Jan Kulich bergaya Socialist Realism


Turun dari Bratislava Castle (yang memang terletak diatas bukit), kami kembali ke sisi lain kota tua Bratislava. Sona si pemandu lantas memperlihatkan kami patung-patung karya Jan Kulich lainnya di sebuah taman. Patung-patung tersebut bergaya socialist realism. Socialist realism adalah aliran seni yang berkembang di Uni Soviet dan menjadi 'dominan' di negara-negara sosialis. Ide nya sih menampilkan nilai-nilai propaganda paham sosialis melalui karya seni. Patung karya Jan Kulich ini misalnya, menggambarkan kaum pekerja dengan ukuran tangan yang besar sebagai simbol 'pekerja keras'.


Uniknya lagi, patung-patung karya Jan Kulich dan pohon-pohon di taman ini juga digunakan untuk 'menutupi' gereja di belakangnya dari pemandangan. Pada masa itu rakyat Slovakia tidak 'dianjurkan' untuk beribadah ke gereja. Apabila ada yang ketahuan ke gereja maka pekerjaan/karir/pendidikan mereka (atau keluarga mereka) akan dipersulit!


Departemen store di era rezim komunis di Bratislava

Di sisi sebrang taman ada pula bangunan bernama Dunay yang dulunya merupakan departemen store terkenal di era komunis. Di era komunis belanjanya dijatah pakai kupon loh! Baju-baju yang diimpor dari Italia hanya tersedia 1x seminggu. Buah-buahan tertentu hanya tersedia mendekati musim atau perayaan tertentu seperti Natal, dan hanya diperbolehkan membeli dalam jumlah yang ditentukan, misalnya 1 kg. Oya, malam sebelumnya, saya dan travelmate saya tanpa sengaja telah mengeksplorasi daerah ini dan kami bahkan masuk ke dalam gedung Dunay ini! Tepatnya ke cafe yang merangkap toko buku impor. Ambience nya modern sekali sampai rasanya homey karena seperti ada di salah satu bookshop cafe di daerah Kemang! Hehehe...


Muzeum 17 Novembra, Bratislava


Ternyata walking tour ada istirahatnya juga! Kami beristirahat sebentar di (cafe) Muzeum 17 Novembra yang terletak tepat di sebrang bangunan departemen store Dunay. Museumnya kecil, hanya terdiri dari 1 ruangan sempit dan terletak di bagian belakang sebuah cafe. Museumnya berisi foto-foto peristiwa 17 November 1989 saat terjadinya peristiwa demonstrasi yang berhasil menumbangkan rezim komunis di Cekoslovakia.


Presidential Palace, Bratislava


Setelah istirahat kami lalu jalan lagi. Pemberhentian berikutnya adalah Presidential Palace Slovakia. Dulu di era komunis bangunan ini dipakai sebagai markas besar "pioneer". Jadi "pioneer" adalah kewajiban untuk anak-anak sekolah pada masa itu. Anak umur 6-8 tahun pakai badge bintang merah, sedangkan umur 8-15 tahun pakai slayer. Kalau dari penjelasan si pemandu, saya merasa kegiatannya sih sepertinya semacam kegiatan pramuka lah kalau di Indonesia, hehe...


Freedom Square, Bratislava


Dari istana kami berjalan menuju taman yang bernama Freedom Square. Bangku di taman ini didesain agar kurang nyaman diduduki dan terbuat dari besi sehingga kalau musim panas yang duduk akan kepanasan dan kalau musim dingin akan kedinginan. Intinya sih biar gak betah duduk lama-lama di taman. Jarak antar kursi juga dibuat berjauhan dan katanya air mancur di taman ini dulu sangat besar dan berisik sehingga orang sulit untuk ngobrol ditaman. Tujuannya biar gak pada bisa merencanakan aksi perlawanan terhadap rezim komunis saat berkumpul di taman! Oh ya bangunan di sebelah kanan Freedom Square ini adalah Slovak University of Technology. Desain gedungnya khas era komunis sekali :)


Rozhlas a Televizia Slovenska


Akhirnya tur selesai di pemberhentian terakhir: Stasiun TV Slovakia yang menempati gedung berbentuk piramida terbalik! Kenapa bentuk bangunannya seperti ini? Agar menghemat tempat! Hahaha, keren juga idenya ya. Anyway, di era komunis siaran TV dan radio sangat dikontrol ketat. Saat itu hanya ada pilihan 2 channel TV yang siarannya dimulai jam 5 sore dan berakhir tengah malam. Daaan, semua acara TV nya berisi propaganda komunis! Siaran radio juga di kontrol. Lagu-lagu pop dari Eropa Barat yang disiarkan di radio bahkan dialihbahasakan ke Bahasa Slovak! Walaupun demikian rakyat Slovakia suka curi-curi mendengarkan siaran radio dari negara tetangga Austria!

Pengalaman pertama ikut free walking tour ini bikin saya jadi ketagihan pingin sering-sering ikut lagi hehe.. Walaupun cukup lelah juga jalan kaki 3 jam, namun menyenangkan ternyata! Dapat banyak ilmu baru dengan modal kasih tip 5 Euro*! I'm so happy!


*Di Eropa mengeluarkan 5 Euro [jangan di kurs] rasanya seperti mengeluarkan Rp5.000 hehe...



Komentar


bottom of page